Label

Tampilkan postingan dengan label WALI NIKAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WALI NIKAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 November 2017

SAUDARA LAKI-LAKI MENJADI WALI SEDANGKAN ORANG TUA MASIH ADA DAN BERSAKSI MELALUI HP

KESIMPULAN TEAM DHF
SAUDARA LAKI-LAKI MENJADI WALI SEDANGKAN ORANG TUA MASIH ADA DAN BERSAKSI MELALUI HP
______
PERTANYAAN

Assalamu'alaikum
Minta bantuannya...
Bagaimana hukumnya seoarang anak perempuan menikah.. tapi yang menjadi walinya sodara laki lakinya
Padahal org tuanya masih ada...
Dan persaksianya pun lewat hp....
Contoh . Si fatima berangkat kejawa.
Kmudian hari ada seorang laki" yg ingin menikahinya..disana... lalu minta mengabari kpada kluarganya... dan diwalikan oleh sodara laki"nya.... lewat hp...
Bagaimana tanggapan fiqh...??

JAWABAN
👇👇👇👇👇👇👇👇
وعليكم سلام

Dalam urutan wali nikah tidak boleh saudara laki laki menjadi wali selagi ayah masih ada
ayah.
👉selama tidak keluar  أهل الولاية ( fasiq & gila ) maka tak bisa berpindah perwalian..وإذا كان الأقرب من أهل  الولاية فزوجها الأبعد لم يصح عند الثلاثة وقال المالك يصح إلا فى الاب حق البكر.

dalm konteks wali jauh tidak bisa wali ab,ad menggantikan wali aqrab sprti ayah misalnya, justru jika seandainya kejauhan sang wali mncapai perjalanan yg mmbolehkan qhosor sholat smntra wali tdk mungkin bisa hadir maka yg lbih berhak menjadi wali adalh hakim.

وإذا غاب الولى الأقرب إلى مسافة  تقصر فيها الصلاة زوجها القاضى لا الأبعد من العصبة عند الشافعي

Kemudian timbul pertanyaan jika misal org tua tdk bisa hadir sehingga mewakilkan kepada anak laki-laki nya utk menikahkan saudara perempuan nya......????

jawaabannya adalah boleh orang tua mewakilakn perwalian nya kepada anaak laki2 nya asal mmenuhi kretria (dewasa/baligh, berakal, muslim, tidak fasik) jika sudah memenuhi syarat Maka sah pernikahan nya dengan catatan mendapatkan izin dari sang ayah.

refrensi;
___
....وان غاب الولى إلى مسافةتقصر فيها الصلاة زوجها السلطان ولم يكن لمن بعده من الأولياء أن يزوج لأن ولاية الغائب باقيةولهذالوزوج​ها فى مكانه صح العقد وإنما تعذر من جهته فقام السلطان مقامه كما لو حضروامتمع من ترويجها. فإن كان على مسافة لاتقصر فيها ففيه وجهان أحدهما لايجوز تزوجها إلا بإذنه لأنه كالحاضر والثانى يجوز للسلطان أن يزوجهالانه تعذر استئذانه فأشبه إذا كان فى سفر بعيد ويستحب للحاكم إذا غاب الولى وصارالتزويج إليه أن يأذن لمن تنتقل الولاية إليه لزوجها ليخرج من الخلاف فإن عند أبى حنيفة إن الذى يملك التزويج هو الذى تنتقل الولاية إليه.



___
فتح القدير ٧ ص ٥١٠
قَوْلُهُ وَمِنْ شَرْطِ الْوَكَالَةِ أَنْ يَكُونَ الْمُوَكِّلُ يَمْلِكُ التَّصَرُّفَ وَتَلْزَمُ الْأَحْكَامُ) فَهَذَانِ شَرْطَانِ لِلْوَكَالَةِ فِي الْمُوَكِّلِ.

____
Jika menyerahkan perwalian itu boleh via telpon

Kitab Asy Syarqowi juz 2 halaman 10
(قَوْلُهُ وَصِيْغَةً) كَوَكَّلْتُكَ فِى كَذَا او فَوَّضْتُ إِلَيْكَ كَذَا سَوَاءٌ كَانَ ذَلِكَ مَشَافَهَةً او كِتَابَةً او مُرَاسَلَةً وَيُشْتَرَطُ عَدَمُ رَدِّهَا كَمَا يَأْتِى وَلاَ يُشْتَرَطُ العِلْمُ بِهَا. فَلَو وَكَّلَهُ وَهُوَ لاَيَعْلَمُ صَحَّتْ حَتَّى لَوْ تَصَرَّفَ قَبْلَ عِلْمِهِ صَحَّ كَبَيْعِ مَالِ أَبْيْهِ يَظُنُّ حَيَاتِهِ.

(Ucapan mushannif “dan shighat”) seperti: Aku mewakilkan kepadamu dalam masalah demikian, atau aku menyerahkan kepadamu demikian. Baik penyerahan itu secara lisan atau secara tertulis atau pengiriman utusan. Disyaratkan pula tidak ada penolakan terhadap wakalah (perwakilan) tersebut sebagaimana keterangan yang akan datang, dan tidak disyaratkan mengetahui wakalah. Andaikata seseorang mewakilkan kepadanya sedang dia tidak tahu, maka sah wakalah tersebut; sehingga andaikata dia mentasarufkan sebelum mengetahui ada wakalah, tasaruf(distribusi)-nya sah, seperti menjual harta ayahnya yang dia sangka ayahnya masih hidup.

___
Tapi jika menikah melalui via telfon tetap tidak boleh

kitabnya Kifayatul Akhyar II/5 :
(فرع) يُشْتَرَطُ فِى صِحَّةِ عَقْدِ النِّكَاحِ حُضُورُ أَرْبَعَةٍ: وَلِىٍّ وَزَوْجٍ وَشَاهِدَيْ عَدْلٍ.
Dan disyaratkan dalam keabsahan akad nikah hadirnya empat orang (dalam satu tempat) : wali, calon pengantin dan dua orang saksi yang adil.

____
Jadi jika nikah itu, ke empat orang di atas harus hadir di satu majlis, tp jika penyerahan perwalian tidak perlu hadir, bisa dengan surat atau dgn utusan, dan telfon ini lah di qiaskan seperti surat

____
Dan si wakil itu tdk di syaratkan menerima, akan tetapi di syaratkan tidak menolak... Artinya, saat penyerahan dia cuma diam tidak mjawab QOBILTU, maka itu sudah sah menjadi wakil wali,

___
إذا زوجها الولي الأبعد، مع حضور الولي الأقرب، فأجابته إلى تزويجها من غير إذنه، لم يصح

المغني 7/28

Bisa di ambil mafhum moqobalah, jika wali aqrob sudah mengijinkan, maka nikahnya sah

Wallahu'alam bishawab
diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Selasa, 17 Oktober 2017

HUKUM ANAK LELAKI MENJADI WALI NIKAH IBUNYA

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF

HUKUM ANAK LELAKI MENJADI WALI NIKAH IBUNYA
●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●●

بسم الله الرحمن الىحيم

Pertanyaan:

Assalamualaikuumm..
Para astidz  MW tanyaaa.. Bagaimn hukumnyaa orang kwinn walinyaa anak nya..???

Jawab:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

●MADZHAB SYAFII●

Tidak boleh seorang anak (laki-laki) jadi wali nikah ibunya sendiri,

●khilaafan lil Muzanni wal A-immatitstsalaatsah.

(Kecuali.menurut imam al.muzanni ulama kalangan syafiiyah dan ulama 3 mafzhab yaitu ABU HANIFAH.IMAM MALIK,IMAM AHMAD BIN HAMBAL menyatakan boleh seoarg anak menjadi wali ibu kandung nya).

_________________
Referensi :

- Kitab Nihayatul Muhtaj 14 / 52-53

وَلَا يُزَوِّجُ ابْنٌ بِبُنُوَّةٍ ) خِلَافًا لِلْمُزَنِيِّ كَالْأَئِمَّةِالثَّلَاثَةِ لِعَدَمِ الْمُشَارَكَةِ بَيْنَهُمَا فِي النَّسَبِ ، فَلَا يُعْتَنَى بِدَفْعِ الْعَارِ عَنْهُ وَلِهَذَا لَا يُزَوِّجُ الْأَخُ لِلْأُمِّ
وَأَمَّا { قَوْلُ أَمِّ سَلَمَةَ لِابْنِهَا عُمَرَ قُمْ فَزَوِّجْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ } فَإِنْ أُرِيدَ بِهِ عُمَرُ الْمَعْرُوفُ لَمْ يَصِحَّ لِأَنَّ سِنَّهُ حِينَئِذٍ كَانَ نَحْوَ ثَلَاثِ سِنِينَ فَهُوَ طِفْلٌ لَا يُزَوِّجُ ، فَالظَّاهِرُ أَنَّ الرَّاوِيَ وَهَمَ وَأَنَّ الْمُرَادَ بِهِ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِأَنَّهُ مِنْ عَصَبَتِهَا وَاسْمُهُ مُوَافِقٌ لِابْنِهَا فَظَنَّ الرَّاوِي أَنَّهُ هُوَ ، وَرِوَايَةُ قُمْ فَزَوِّجْ أُمَّك بَاطِلَةٌ عَلَى أَنَّ نِكَاحَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَفْتَقِرُ لِوَلِيٍّ فَهُوَ اسْتِطَابَةٌ لَهُ ،
وَبِتَقْدِيرِ أَنَّهُ ابْنُهَا أَنَّهُ بَالِغٌ فَهُوَ ابْنُ ابْنِ عَمِّهَا وَلَمْ يَكُنْ لَهَا وَلِيٌّ أَقْرَبُ مِنْهُ وَنَحْنُ نَقُولُ بِوِلَايَتِهِ وَلَا يُزَوِّجُ ابْنٌ بِبُنُوَّةٍ ) خِلَافًا لِلْمُزَنِيِّ كَالْأَئِمَّةِ

Anak laki-laki sendiri tidak bisa menjadi wali nikah ibunya. Kecuali jika anak laki-laki tersebut merupakan cucu laki-laki dari anak laki-laki yang merupakan paman dari saudara ayahnya perempuan itu (ibnu ibni 'ammiha). Seperti yang terjadi pada pernikahan ummu salamah menikah dengan Rosulullah yang menjadi wali adalah putera ummu salamah yang bernama umar. sebelumnya ummu salamah menikah dengan abu salamah yang merupakan putera pamannya dari ayahnya. Sedangkan hanabilah berpendapat : anak laki-laki memiliki haq wilayah (perwalian) pada ibunya.

▪▪▪▪▪▪▪▪▪

●Dalam madzhab syafii anak tdk boleh mnjdi wali ibu nya sbb intisab nasab yg di hitung dlm per walian adalh dr jihad ayah.

Imam madzhab yg 3 dan imam al_muzanni dari madzhab imam syafii membolehkan anak menjadi wali ibu nya.

Refrensi:

(وَلَا يُزَوَّجُ ابْنٌ بِبُنُوَّةٍ) ؛ لِأَنَّهُ لَا مُشَارَكَةَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أُمِّهِ فِي النَّسَبِ، فَلَا يَعْتَنِي بِدَفْعِ الْعَارِ عَنْهُ،
________________________

قَوْلُهُ: (وَلَا يُزَوِّجُ ابْنٌ بِبُنُوَّةٍ) خِلَافًا لِلْأَئِمَّةِ الثَّلَاثَةِ وَلِلْمُزَنِيِّ مِنْ أَئِمَّتِنَا وَخَرَجَ بِالْبُنُوَّةِ نَحْوُ السِّيَادَةِ كَمُكَاتَبٍ مَلَكَ أَمَةً فَيُزَوِّجُهَا بِهَا لَكِنْ بِإِذْنِ سَيِّدِهِ. قَوْلُهُ:

(لَا مُشَارَكَةً) ؛ لِأَنَّ كُلًّا يَنْتَسِبُ لِأَبِيهِ

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

- Syarh Al-Yaqut An-Nafis halaman 585-586 :

أما الابن  فليس له ولاية على أمه ، إلا إذا كان ابن ابن عمها ، هذا له ولاية على أمه ، لكن ليست من جهة البنوة ، ولكن من جهة النسب والعصبة لكن الحنابلة عندهم الابن له حق الولاية ، وله أن يعقد لأمه ، ويستدلون بقول أم سلمة رضي الله عنها لما قالت لابنها عمر : يا عمر ؛ قم فاعقد لي على رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ولما خطبها رسول الله صلى الله عليه وسلم . . قالت له : إنني امرأة غيور ، وإني مصبية ــ أي : عندي صبية ــ فقال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أما الغيرة . . فإني سأدعو الله أن يذهبها منك ، وأما الصبيان . . سأدعو لهم ، ولهم الله ورسوله) وكان هذا من رسول الله صلى الله عليه وسلم شفقة ورحمة بها ؛ لما قتل زوجها وليس لها أحد يعولها ، فكان من شفقته صلى الله عليه وسلم أنه يعول أولادها ، ويجبر كسرها

قلنا : إنها طلبت من ابنها أن يعقد لها ، إلا أنهم قالوا : إن ابنها الذي طلبت منه أن يعقد لها كان صغيرا ، لكن الإمام مالك يقول : إن المراهق له حكم البالغ في كثير من الأمور وأصحابنا الشافعية قالوا : إنه لم يتول عقد نكاحها من جهة البنوة ، وإنما استحقها ؛ لأنه ابن ابن عمها لأن زوج أم سلمة السابق ــ وهو أبو سلمة ــ هو ابن عمها {١} ـ
؛{١} بعد هذه العبارة ، تحول كلام أستاذنا إلى ذكر مناقب سيدتنا أم سلمة ، وأنها من ذوات الشحصية القوية ، وخوفا من الإطالة لم نثبته

Kecuali jika anak laki-laki tersebut merupakan cucu laki-laki dari anak laki-laki yang merupakan paman dari saudara ayahnya perempuan itu (ibnu ibni 'ammiha) ...
Maksudnya Anak laki-laki itu adalah anak perempuan itu dan suaminya, dan suaminya itu adalah anak dari pamannya perempuan itu, yang mana pamannya adalah saudara kandung ayah dari perempuan itu. (ammun) = paman. (ibnun) anak laki-laki. (ibnu ibnin) = anak laki-lakinya anak laki-laki (cucu laki-laki dari anak laki-laki). (ibnu ibni ammin) = anak lakinya anak lakinya paman. sederhananya (ibnu ibni ammiha). cucu laki-laki pamannya perempuan dari jalur laki-laki.

••••••••••••••••••
Mughni al muhtaj 2/219

ولايزوج ابن، امه وان علت. ببنوة، محضة خلافا للأئمة الثلاثة والمزني ، لأنه لامشاركة بينه وبينها في النسب، اذ انتسابها الى ابيها،وانتساب الابن الى ابيه.

===============
Nihayatul Muhtaj Juz 6 Halaman 232

(وَلاَيُزَوِّجُ ابنُ بِبُنُوَّةٍ) خِلاَفًا للمُزَنِى كَالأَئِمَّةِ الثَّلاَثَةِ لِعَدَمِ المُشَارَكَةِ بَينَهُمَا فِى النَّسَبِ فَلاَ يَعْتَنِى بِدَفْعِ العَار عَنْهُ وَلِهَذَا لاَ يُزَوِّجُ الأَخ للأُم
(tidak bisa menjadi wali nikah ibu nya seorang anak dengan sifatnya menjadi anak ) berbeda dengan pendapat Imam Muzani, sebagaimana Imam yang Tiga (Malik, Abu Hanifah, Ahmad) karena tidak adanya persekutuan nasab diantara keduanya (ibu dan anak) maka tidaklah bisa anak dengan sesungguhnya menyerahkan tubuh ibunya karena itu pula saudara tidak dapat menikahkan seorang ibu..

Jadi  kesimpulanya, menurut madzab syafi'i,  tidak boleh anak laki menjadi wali nikah bagi ibunya.
_______________

Ibaroh yg mmbolehkn anak mnjadi wali nikah ibu nya.

عمدة الفقه 1 ص 90
باب ولاية النكاح
لا نكاح إلا بولي وشاهدين من المسلمين وأولى الناس بتزويج الحرة أبوها ثم أبوه وإن علا ثم ابنها ثم ابنه وإن نزل ثم الأقرب فالأقرب من عصباتها ثم معتقها ثم الأقرب فالأقرب من عصباته ثم السلطان ووكيل كل واحد من هؤلاء يقوم مقامه.

https://diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Wallohua'lam bishowwab.

Sabtu, 14 Oktober 2017

HUKUM NIKAH TANPA WALI KARNA WALI JAUH

KESIMPULAN TEAM DHF

HUKUM NIKAH TANPA WALI KARNA WALI JAUH
-----------------------------------

pertanyaan:

Assalamu alaikum...mau nanya  ustad

Nikah di saudi apakah harus pake wali hakim tau wali mujbir

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

langkah pertama harus menggunakan wali mujbir tdk boleh pindah wali hakim/muhakkam.

Jk tdk bisa hadir maka dgn cara  wali mewakilkan kepada org lain utk menikahkan (boleh dgn via phone baik call atau sms)

Kecwli wali mujbir udlul (tdk mau menikahkan) maka boleh menggunakan wali hakim/muhakkam mengingat jarak antara wali dan calon istri tersebut sudh mncapai bahkan lebih dari musafatul qosri / 2.marhala (86.km)

Menurut kalangan Syafi'iyyah dan Malikiyyah pernikahan tanpa seorang wali tidak terjadi....

الفقه على المذاهب الأربعة ج 4 ص 46
قد عرفت مما ذكرناه أن الشافعية والمالكية اصطلحوا على عد الولي ركنا من أركان النكاح لا يتحقق عقد النكاح بدونه واصطلح الحنابلة و الحنفية على عده شرطا لا ركنا وقصروا الركن على الإيجاب والقبول إلا أن الحنفية قالوا : أنه شرط لصحة زواج الصغير والصغيرة والمجنون والمجنونة ولو كبارا أما البالغة العاقلة سواء كانت بكرا أو ثيبا فليس لأحد عليها ولاية النكاح بل لها أن تباشر عقد زواجها ممن تحب بشرط أن يكون كفأ وإلا كان للولي حق الاعتراض وفسخ العقد

Telah engkau ketahui dari penjelasan kami bahwa kalangan Syafi’iyyah dan Malikiyyah mengartikan keberadaan seorang wali dalam pernikahan merupakan bagian dari rukun-rukun nikah dalam arti tidak akan terjadi pernikahan tanpa seorang wali, sedangkan kalangan Hanabilah dan Hanafiyyah mengartikan keberadaan seorang wali dalam pernikahan menjadi syarat dalam pernikahan sedang rukun nikah hanya sebatas ‘ijab dan qabul’, kalangan Hanafiyyah menilai wali menjadi syarat sahnya pernikahan seorang bocah laki-laki ataupun perempuan dan orang gila laki-laki ataupun perempuan meskipun ia telah dewasa.
Sedang untuk wanita dewasa yang normal akalnya baik masih gadis ataupun janda maka tidak ada seorangpun berhak menjadi perwalian atas nikahnya, dia bisa menjalani pernikahan dengan lelaki yang ia cintai bila memang sepadan dengannya bila tidak seorang wali berhak menentang dan menfasakh (merusak) pernikahannya.
Al-Fiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah IV/46

●●●●●●●●●●●●●●●●●●

☆☆ Jika wali tidak.merestui kemudian oleh calon suami di bawa kabur/pergi ☆☆

غاية تلخيص المراد من فتاوى ابن زياد ص 102
‎(مسألة): أخذ رجل امرأة عن أهلها قهراً وبعدها عن وليها إلى مسافة القصر وكذا دونه، إن تعذرت مراجعته لنحو خوف صح نكاحها بإذنها إن زوّجها الحاكم من كفء، إذ لم يفرق الأصحاب بين غيبة الولي وغيبتها، ولا في غيبتها بين أن تكون مكرهة على السفر أو مختارة، بل أقول: لو كان لها وليّ بالبلد وعضلها بعد أن دعته إلى كفء وتعسر لها إثبات عضله فسافرت إلى موضع بعيد عن الوليّ وأذنت لقاضي البلد الذي انتقلت إليه في تزويجها من الكفء صح النكاح، وليس تزويج الحاكم في الأوّل من رخص السفر التي لا تناط بالمعاصي كما يتخيل ذلك، نعم قد ارتكب المتعاطي لذلك بقهره الحرة والسفر بها وتغريبها عن وطنها ما لا يحل في الدين ولا يرتضى، بل ذلك من الكبائر العظام التي تردّ بها الشهادة ويحصل بها الفسق.

☆murod☆
(masalah) seorang laki-laki membawa lari seorang perempuan dari ahlinya (keluarga) dengan jalan paksa dan dijauhkan dari walinya hingga masafah Qasr (jarak boleh melakukan qasar) dan demikian juga kalau kurang dari masafah qasr tetapi ada uzur ketika hendak menghubungi wali perempuan tersebut kerana ketakutan umpamanya, maka sahlah nikah perempuan itu dengan izinnya jika ia dikawinkan oleh hakim, dengan calon suami yang se kufu’. hal ini disebabkan karena ashab Syafi’iyyah tidak membedakan antara ketiadaan/ghoibnya wali dengan ghaibnya perempuan dan tidak membedakan antara keadaan perempuan tsbt dipaksa bepergian ataupun tidak (keinginan sendiri).
Tetapi aku (Mushannif/Ibnu Ziyad) berkata, jika perempuan tersebut memiliki wali dinegrinya, tetapi walinnya enggan (tidak mau) menikahkan setelah perempuan tersebut memberitahukan kepadanya (walinya) bahwasanya calon suaminya adalah se kufu’, kemudian perempuan tersebut kesulitan untuk menetapkan ketidak mauan wali untuk menikahkan, lalu peremuan tersebut pergi ke negeri yang jauh dari walinya, yang lau ia mengizinkan qadli/hakim negeri yang ia pindah didalamnya untuk menikahkannya dengan calon suami yang se kufu’ , maka pernikahan tersebut adalah sah. Dan bukanlah pengkawinan yang dilakukan hakim yg pertama tersebut terhadap perempuan tadi merupakan salah satu bentuk rukhsah (keringanan) dari bepergian (safar) yang tidak ada sangkut pautnya dengan kemaksiatan seperti yang dibayangkan demikian.
Iya, seseorang yang melakukan perbuatan tersebut dengan memaksa seorang perempuan merdeka lalu melarikannya dan mengasingkannya dari negaranya adalah salah satu perbuatan yang tidak dihalalkan dalam agama dan tidak diridloi, bahkan perbuatan tersebut adalah merupakan dosa besar yang dengan dosa tersebut, pelakunya akan tertolak kesaksiannya dan ia dihukumi sebagai orang fasiq.

Wallahu a'lam bish showab

diskusihukumfiqh212.blogspot.com

MEMAKAI CELAK SAAT PUASA

KESIMPULAN TEAM DHF HUKUM MEMAKAI CELAK MATA SAAT BERPUASA ----------------------------- 📝 PERTANYAAN: assalamu'alaikum ...