Label

Tampilkan postingan dengan label MERUSAK MILIK ORANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MERUSAK MILIK ORANG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2018

HUKUM MRUSAK BENDA MILIK ORANG

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF
HUKUM MRUSAK BENDA MILIK ORANG
===================
PERTANYAAN:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

, izin bertanya.
Apa hukumnya merusak barang orang lain karena orang tersebut  selalu mengganggu/menyakiti/mencuri milik saya?

JAWAB:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

👉Hukum merusak benda/harta orang lain hukum nya haram, meskipun orang tersebut sudah berbuat jahat terhadap kita.

👉Karena kejahatn tdk boleh di balas dengam kejahatn, kita di anjurkan utk membalas org yg berbuat jahat kepada kita dgn balasan yg lebih baik.

👉Hukumnya tidak boleh dan tdk dibenarkn merusak barang atau hak orng lain meskipun kendati orng tsb brbuat dzholim kpd kita, bahkan anjurannya adlh kita brbuat baik kpdnya. berdasarkn bbrp ktrangn berkt :

"👉Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan kesalahan orang lain dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan".
Ringkasan kisah : ada seorang budak yg sedang membawa makanan di dalam nampan kemudian dia terjatuh di depan juragannya.kemudian juragannya marah-marah dan saat itu juga budak tsb membaca : " dan orang-orang yang menahan amarahnya "juragan : " baiklah, aku tidak marah lagi "budak : " dan mema'afkan kesalahan orang lain "juragan : " kau kuma'afkan ."budak : " dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan "juragan : " mulai sekarang kau kubebaskan dan boleh pergi sesukamu, ini utk ongkos kamu pergi ."
Berbuat baik kepada tetangga yang telah menyakiti kita maka keimanan kita menjadi sempurna atau diberi rasa aman oleh Allah. .



" D👉an berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu "Sifat ini termasuk sebagian dari sifat-sifat yang paling mulia, Allah berfirman :

👉“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”.(Qs: Fushilat : 35).
Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya akan mendapatkan keberuntungan yang besar.

👉“Dan tidaklah sama perbuatan yang baik dan yang jahat. Tolaklah kejahatan itu dengan yang lebih baik, maka tiba-tiba antara kamu dan dia ada permusuhan jadikan seolah-olah ia adalah teman yang sangat setia” .
“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar”. .

👉Firman Allah : "Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar "maksudnya tdk akan menerima dan emngamalkan wasiyat ini (berbuat baik kepada orang yg telah berbuat jahat kepada kita) kecuali orang-orang yang bersabar atas hal itu, karena ini adalah hal yang sulit dan berat bagi nafsu.
Firman Allah : " dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar "maksudnya adalah orang yang mendapatkan bagian yg sempurna yaitu kebahagiaan dunia dan akherat.

👉Hendaklah engkau taat kepada allah , seandainya ada seseorang yang mencaci mu dengan sesuatu yang ada padamu maka janganlah engkau membalasnya karena dosa nya bagi yang mencacimu sedangkan pahalanya bagimu , janganlah engkau mencaci seseorang.
H.R imam abu dawud

📚REFERENSI:

👉surat ali imron ayat 134 :

📔وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

- 👉kitab syarah misykatul mashobih :

📔عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( من يأخذ عني هؤلاء الكلمات فيعمل بهن أو يعلم من يعمل بهن ؟ ) قلت : أنا يا رسول الله ! فأخذ يدي فعد خمسا ، فقال : ( اتق المحارم تكن أعبد الناس ، وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس ، وأحسن إلى جارك تكن مؤمنا ، وأحب للناس ما تحب لنفسك تكن مسلما ، ولا تكثر الضحك ; فإن كثرة الضحك تميت القلب ) . رواه أحمد ، والترمذي وقال : هذا حديث غريب . ---( وأحسن إلى جارك ) أي : ولو أساء إليك ( تكن مؤمنا ) أي : كاملا أو معطيا له الأمن لقوله صلى الله تعالى عليه وسلم : " لا يؤمن أحدكم حتى يأمن جاره بوائقه " أي : شروره وغوائله

👉Syarah hadistnya

📔وعن علي رضي الله عنه قال وجدنا في قائم سيف رسول الله صلى الله عليه وسلم اعف عمن ظلمك وصل من قطعك وأحسن إلى من أساء إليك وقل الحق ولو على نفسك ذكره رزين بن العبدري ولم أره ويأتي أحاديث من هذا النوع في صلة الرحم

👉- kitab at tanwir syarah jami'is shoghir (6/586) :

📔(وأحسن إلى من أساء إليك) وهذه من أشرف الخصال {وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)} [فصلت: 35].

📔وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

👉- surat fushilat ayat 34-35 :

📔وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

-👉 kitab tafsir ibnu katsir (7/181)

📔ثم قال : ( وما يلقاها إلا الذين صبروا ) أي : وما يقبل هذه الوصية ويعمل بها إلا من صبر على ذلك ، فإنه يشق على النفوس ، ( وما يلقاها إلا ذو حظ عظيم ) أي : ذو نصيب وافر من السعادة في الدنيا والأخرى

عليك بتقوى الله و إن امرؤ عيرك بشيء يعلمه فيك فلا تعيره بشيء فيه يكن وباله عليه و أجره لك و لا تسبن شيئا.
رواه أبو دود ٤٠٨٣.

[ والله اعلم بالصواب ]

Diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Minggu, 11 Maret 2018

HUKUM MERUSAK MILIK ORANG LAIN (TOWER SINYAL DI TANAH KONTRAK)

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF
HUKUM MERUSAK MILIK ORANG LAIN (TOWER SINYAL DI TANAH KONTRAK)
====================
PERTANYAAN:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Deskripsi Masalah :
Pak Harun memiliki sebagian tanah pekarangan yang cukup luas. Di desa tempat tinggalnya, sulit sekali untuk mendapatkan sinyal. Akhirnya hal inipun mendapatkan respon dari pihak operator telkomsel dengan membangun tower di tanah kosong milik pak Harun tersebut yang juga berdekatan dengan rumah penduduk setempat dengan mengontrak tanah tersebut selama 5 tahun. Wargapun menyetujuinya dan setiap rumah yang berdekatan dengan tower mendapatkan dispensasi 3 juta setiap rumah. Lambat laun datanglah isu dari warga setempat banyak orang yang mengalami sakit-sakitan seperti diare, sakit kepala dsb. Warga beranggapan bahwa hal tersebut disebabkan oleh dampak radiasi dari tower. Setelah 4 tahun lebih datanglah pihak operator telkomsel untuk memperpanjang kontrak tower kepada pak Harun. Wargapun menolak dengan alasan adanya efek radiasi tower tersebut. Kemudian meminta pada pihak operator untuk membongkarnya setelah kontraknya habis. Namun hal ini tidak diindahkan oleh pihak operator dengan alasan warga harus menggugat terlebih dahulu ke pengadilan untuk mencabut IMM tower tersebut. Dikarenakan selama bangunan masih berdiri kokoh, warga tidak boleh membongkar secara paksa meskipun bangunan sudah tidak difungsikan lagi. Praktis Hal ini pun juga sangat merugikan pak Harun selaku pemilik tanah untuk memanfaatkan kembali tanah miliknya.
Pertanyaan :
Dengan alasan sebagaimana dalam deskripsi, bolehkah pak Harun dan warga setempat membongkar paksa tanpa harus mengurus gugatan ke pengadilan terlebih dahulu ?

JAWAB:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

👉Pertama hukum  mendirikan bangunan yang sudah dapat izin negara adalah sah&boleh ,

👉 Kedua kalo pemasangan itu sudah dianggap sebuah kebiasaan(artinya umumnya masangnya seprti itu) maka hukumnya boleh sekalipun tetangga terganngu ,jika tidak umum maka tidak boleh sebab pemanfaatan hak milik harus sesuai dengan kebiasaan yg berlaku

“👉Pernah dipersoalkan tentang pekerjaan seseorang, dimana apinya dihidupkan dari kotoran hewan yang telah kering dan kapur. Katika anak-anak kecil menghisap asapnya, mayoritas dari mereka tertimpa bahaya (penyakit) yang membahayakan……. (pertanyaan ini lantas memunculkan jawaban)……. Bahwa menyalakan sesuatu sesuai dituturkan di muka hukumnya haram. Jika ada anggapan kuat itu memberi dampak buruk kepada orang lain, maka di samping pelakunya berdosa, hakim berhak menta’zirnya. Dan wajib untuk mengingkari apapun yang disampaikan pelakunya, dan wajib pula mencegahnya bahkan pelakunya wajib memberi ganti rugi pada apapun yang telah dirugikan. .

Menurut Imam Syafi'i barang yang dirusak tersebut setelah diganti akan tetap menjadi miliknya pemilik barang, sedangkan menurut madzhab Hanafiyah menjadi milik orang yang mengganti

Bila barang yang dirusakkan berupa mitsliy / barang yang di takar atau ditimbang maka harus mengganti barang tersebut sesamanya atau bila tidak ditemukan sesamanya maka harus menggantinya dengan harganya yang paling mahal diantara waktu merusaknya dan tidak ditemukan sesamanya, akan tetapi bila disaat ditemukan sesamanya maka boleh menggantinya dengan harga barang tersebut bila kedua belah pihak sama sama ridlo.

👉kesimpulan dari jawaban d atas

👉Tindakan warga tidak bisa dibenarkan karena termasuk merusak milik orang lain dan
Wajib mengganti barang yang dirusak.

📚REFERENSI:

👉Ibarot :
📔1.بغية المسترشدين ص: 142
(مسئلة ب)
احدث في ملكه حفرة يصب فيها ماء ميزاب من داره لم يمنع منه وان تضرر جاره برائحة الماء مالم يتولد منه مبيح التيمم اذ للمالك ان يتصرف في ملكه بما شاء وان تضرر بالغير بقيده المذكور وكذا ان أضر بملك الغير بشرط ان لا يخالف العادة في تصرفه كان وسع الحفرة او حبس ماءها وانتشرت النداوة الى جداره والا منع وضمن ما يتولد منه بسبب ذلك .
3.تحفة المحتاج الجزء السادس ص:205-206
(ويتصرف كل واحد)
من الملاك (في ملكه على العادة) وإن أضر جاره كأن سقط بسبب حفره المعتاد جدار جاره أو تغير بحشه بئره ; لأن المنع من ذلك ضرر لا جابر له (فإن تعدى) في تصرفه بملكه العادة (ضمن) ما تولد منه قطعا أو ظنا قويا كأن شهد به خبيران كما هو ظاهر.
الفقه الإسلامي وأدلته ألجزء الرابع صحـ 388
استعمال الحق بوجه مشروع: على الإنسان أن يستعمل حقه وفقاً لما أمر به الشرع وأذن به. فليس له ممارسة حقه على نحو يترتب علىه الإضرار بالغير، فرداً أو جماعةً، سواء أقصد الإضرار أم لا. وليس له إتلاف شيء من أمواله أو تبذيره لأن ذلك غير مشروع. فحق الملكية يبيح للإنسان أن يبني في ملكه ما يشاء وكيف يشاء، لكن ليس له أن يبني بناء يمنع عن جاره الضوء والهواء، ولا أن يفتح في بنائه نافذة تطل على نساء جاره، لإضراره بالجار. واستعمال الإنسان حقه على وجه يضر به أو بغيره هو ما يعرف بالتعسف في استعمال الحق عند فقهاء القانون الوضعي. فإن مارس الإنسان ما ليس حقاً له فلا يسمى تعسفاً وإنما هو اعتداء على حق الغير،
الفتاوى الكبرى الجزء الثالث صحيفة 13 ما نصه :
وسئل عما جرت به العادة من عمل التثادر خارج البلد ناره توقد بالروث والكلس فإذا شمت الأطفال دخانه حصل لهم منه ضرر عظيم في الغالب --- إلى أن قال --- فأجاب بأنه يحرم عليه الإيقاد المذكور إذا غلب على ظنه تضرر الغير به فيأثم به وللحاكم تعزيره عليه ويجب الإنكار عليه بسببه ومنعه ويضمن ما تلف بسببه مطلقا.اهـ.

📔تفسير ابن كثير
وقوله تعالى : ( ولا تفسدوا في الأرض بعد إصلاحها ) ينهى تعالى عن الإفساد في الأرض ، وما أضره بعد الإصلاح ! فإنه إذا كانت الأمور ماشية على السداد ، ثم وقع الإفساد بعد ذلك ، كان أضر ما يكون على العباد . فنهى الله تعالى عن ذلك ، وأمر بعبادته ودعائه والتضرع إليه والتذلل لديه ، فقال : ( وادعوه خوفا وطمعا ) أي : خوفا مما عنده من وبيل العقاب ، وطمعا فيما عنده من جزيل الثواب

👉Al-Fiqh Al-Islamy Wa Adillatuhu V / 740 - 745 :

📔الإتلاف هو إخراج الشيئ من أن يكون منتفعا به منفعة مطلوبة منه عادة وهو سبب للضمان___وإذا وجب الضمان بالغصب فبالإتلاف أولى لأنه إعتداء وإضرار محض ولا فرق بين أن يقع الإتلاف مباشرة وهو إلحاق الضرر من غير واسطة بمحل التلف أو تسببا وهو إرتكاب فعل في محل يفضى إلى تلف غيره___شروط الإيجاب الضمان بالإتلاف أن يكون الشيئ المتلف مالا فلا ضمان بالإتلاف الميتة وجلدها ونحوها مما ليس بمال عرفا وشرعا وأن يكون متقوما بالنسبة للمتلف عليه والمتقوم هو ما يباح الإنتفاع به شرعا في غير حال الإضطرار فلا ضمان بإتلاف خمر أو خنزير لمسلم سواء أكان المتلف مسلما أم ذميا لعدم تقوم الخمر والخنزير في حق المسلم إذ لا يباح له الإنتفاع بها شرعا فلا قيمة لهما. الفقه الإسلامي وأدلته ٥/٧٤٠-٧٤٥

-👉 Kasyifatus Saja halaman 13 :

📔قال صلى الله عليه و سلم رفع القلم عن ثلاثة عن النائم حتى يستيقظ وعن الصبي حتى يحتلم وعن المجنون حتى يعقل أحرجه أبو داود والترمذي فالمراد بالقلم قلم التكليف دون قلم الضمان لأنه من خطاب الوضع فيجب ضمان المتلفات والدية عليهم من مالهم. كاشفة السجا ص : ١٣

-👉 Al-Fiqh Al-Islamy II / 96 dan Al-Fiqh Al-Islamy V / 755 :

📔.وقال الشافعي وغيره لا تملك المضمونات بالضمان فيجتمع القطع والضمان لتعدد السبب وعدم إسناد الضمان إلى وقت الأخذ. الفقه الإسلامي ٦/٩٦

📔قال الحنفية يملك الغاصب الشيئ المغصوب بعد ضمانه من وقت وجود الغصب حتى لا تجتمع البدل والمبدل في ملك المالك. الفقه الإسلامي ٥/٧٢٣

👉I'anah At-Tholibin III / 139 - 140 :

📔.ويضمن مثلي وهو ما حصره كيل أو وزن____بمثله في أي مكان حل به المثل فإن فقد المثل فيضمن بأقصى قيم من غصب إلى فقد ويجوز أخذ القيمة عن المثلي بالتراضي__ وحيث وجب مثل فلا أثر لغلاء أو رخص__و يضمن متقوم أتلف كالمنافع والحيوان بالقيمة___بأقصى القيم من حين الغصب إلى حين التلف. إعانة الطالبين ٣/١٣٩-١٤٠

-👉 Nihayatul Muhtaj V / 160 :

📔فما حصره عد أو ذرع كحيوان وثياب متقوم.نهاية ا

[ والله اعلم بالصواب ]

Diskusihukumfiqh212.blogspot.com

MEMAKAI CELAK SAAT PUASA

KESIMPULAN TEAM DHF HUKUM MEMAKAI CELAK MATA SAAT BERPUASA ----------------------------- 📝 PERTANYAAN: assalamu'alaikum ...