Label

Tampilkan postingan dengan label ORANG TUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ORANG TUA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Desember 2017

DOSA ANAK DAN KEWAJIBAN ORANG TUA

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF

HUKUM PERBUATAN DOSA SEORANG ANAK YANG BELUM BALIGH DAN
KEWAJIBAN ORANG TUA MENDIDIK ANAK.
__________________________________
Pertanyaan:
Assalamualaikum wr wb
ust bagaimana hukumnya,seorg anak belum baligh yang berbuat dosa, apakah dosa nya di tangung org tua nya..??

Jawab:
Waalaikum salam wr wb

Bila seorang anak melakukan maksiat maka tidak ada yang terbebani dosa baik untuk seorang anak itu sendiri atau orang tuanya, sebab anak yg belum BALIGH rufi'al qolam (tidak di catat amal-amal buruk nya)

Namun.....
Apabila org tua tersebut dengan sengaja membiarkan perkara MUNGKAR dan tidak mendidik anak nya dengan ilmu agama, maka orang tua berdosa atas kelalaian nya dan berdosa sebab membiarkan perkara maksiat /dosa yang di lakukan anak tersebut)

Oleh sebab itu bagi orang tua diwajibkan mengajarkan dan memerintahkan pada anak utk mengerjakan segala kebaikan dan menjauhi kejelekan sejak dini demi mempersiapkannya menjadi insan yang cakap, tangkas dan giat beribadah saat ia telah memasuki usia dewasa.


Catatan:

Kendati demikian org tua WAJIB mendidik anak-anak nya degan baik dan penuh tanggung jawab:

Sebagai mana di jelaskan di dalam kitab:
📓Fath al-Mu’in I/25

Dan wajib bagi orang yang telah tersebut diatas melarangnya dari hal-hal yang diharamkan dan mengajarkannya tentang kewajiban-kewajiban dan ajaran-ajaran syariat dhahir lainnya meskipun hal-hal yang sunah seperti siwak dan wajib memerintahkannya mengerjakan ajaran-ajaran tersebut.
Dan kewajiban mengajarkan dan memerintahnya tidak terbatas hingga ia mencapai usia dewasa dalam keadaan rasyid (pintar), Biaya pembelajarannya seperti pembelajaran al-Quran, adab dan ilmu lainnya dibebankan pada harta anak tersebut, kemudian bila tidak mampu pada ayahnya kemuadian pada ibunya.

ويجب أيضا على من مر نهيه عن المحرمات وتعليمه الواجبات ونحوها من سائر الشرائع الظاهرة ولو سنة كسواك وأمره بذلك
ولا ينتهي وجوب ما مر على من مر إلا ببلوغه رشيدا وأجرة تعليمه ذلك كالقرآن والآداب في ماله ثم على أبيه ثم على أمه



📚*REFERENSI*

أن رسو الله صلى الله عليه وسليم قال: (رفع القلم عن ثلاثة: عن الصبي حتى يبلغ، وعن النائم حتى يستيقظ، وعن المعتوه حتى يبرأ)

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Terangkat pena dari seorang bocah hingga ia baligh (dewasa), dari orang yang tidur hingga ia bangun, dan dari orang yang hilang kesadarannya hingga ia sembuh”

📓Faidh al-Qadiir IV/47

قال ابن حبان : المراد برفع القلم ترك كتابة الشر عليهم دون الخير قال الزين العراقي : وهو ظاهر في الصبي دون المجنون والنائم لأنهما في حيز من ليس قابلا لصحة العبادة منهم لزوال الشعور فالمرفوع عن الصبي قلم المؤاخذة لا قلم الثواب لقوله عليه الصلاة والسلام للمرأة لما سألته : ألهذا حج قال : نعم.

Ibn Hibban berkata “Yang dimaksud terangkatnya pena dalam hadits diatas adalah tidak tertulisnya catatan kejelekan tapi tertulisnya catatan kebaikan untuk mereka”.
AZ-Zain al’Iraaqy menambahkan bahwa yang demikian nyata dalam kasus bocah kecil tapi tidak untuk orang yang tidur dan orang yang gila karena keduanya tergolong orang-orang yang tidak diterima keabsahan ibadahnya sebab keduanya menjalankannya diluar kesadaran, dengan demikian yang terangkat adalah pena siksaan hukuman bukan pena pemberian ganjaran berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW saat ditanya seorang wanita, “apakah yang ini tergolong haji ?” Nabi menjawab “Ya”.

📓Fath al-Baari 12/121
ذكر بن حبان أن المراد برفع القلم ترك كتابة الشر عنهم دون الخير وقال شيخنا في شرح الترمذي هو ظاهر في الصبي دون المجنون والنائم لأنهما في حيز من ليس قابلا لصحة العبادة منه لزوال الشعور

Ibn Hibban menuturkan “Yang dimaksud terangkatnya pena dalam hadits diatas adalah tidak tertulisnya catatan kejelekan tapi tertulisnya catatan kebaikan untuk mereka”.
Guru kami dalam Syarh at-Tirmidzy menambahkan bahwa yang demikian nyata dalam kasus bocah kecil tapi tidak untuk orang yang tidur dan orang yang gila karena keduanya tergolong orang-orang yang tidak diterima keabsahan ibadahnya sebab keduanya menjalankannya diluar kesadaran,





Wallaahu A’lamu Bis Showaab.
Diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Senin, 04 Desember 2017

HUKUM MENGHADIAHKAN AMAL KEBAIKAN KEPADA ORANG TUA

KESIMPULAN TEAM DHF

HUKUM MENGHADIAH KAN AMAL KEBAIKAN KEPADA ORANG TUA
------------------------------

📄 Pertanyaa

Assalamu alaikum wr wb..

Para ustadz ,,,saya mau nanya,,

Begini ustadz,,,dikampung saya sedang ada perbaikan mesjid renovasi total..dan saya terlibat  membatu dengan tenaga dlm pembangunan mesjid trsbt..

Setiap kali mau bantu-bantu mesjid,,,saya meniatkan PAHALANYA akan saya hadiahkan untuk keluarga saya yg sdh meninggal, terutama untuk BAPAK saya,,

Yg saya tanyakan "apakah pahala trsebut akan sampai kpd mreka yg tlh saya niatkan,,dan apakah saya jg msh mndapat pahala dr pembangunan mesjid trsb,,,atau saya tidak dpt pahala sama sekali krn pahala dr mesjid trsebut sudah saya hadiahkan pd kluarga saya yg tlh mninggal trsebut..

Mohon penjelasan nya,,

Terimakasih..

📋 Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Segala amal sholeh yang di hadiah kan kepada mayit, baik berupa sodaqoh, Do'a dan amal-amal lain sholeh lain nya

Menurut qaul yang muktamad dan qaul yang yang di pilih oleh ulama'

Pahala nya sampai kepada mayit, bahkan jika di hadiah kan kepada orang yang masih hidup pun pahala nya sampai, karna tidak ada perbedaan antara yang masih hidup atau sudah mati

Pelaku nya pun juga tetap mendapat kan pahala, tanpa berkurang sedikit pun

Begitu pula,terkait pertanyaan sail:

Bahwa pahala nya sampai kepada al-marhum atau al-marhumah dan ia pun juga tetap mendapat kan pahala amal jariah nya

Sebagai mana terdapat keterangan dalam kitab bughiyah Al mustarsyidiin yg di nuqil dari kitab FATAWI SYAIKHUNA SA,ID  SUMBUL:

Barang siapa beramal karena diri nya sendiri kemudian dia berkata: Ya allah, jadikan lah pahala ibadah atau amal ini bagi si fulan' maka pahala tadi sampai kepada si fulan baik itu masih hidup atau pun sudah meninggal

📚 REFERENSI:

📖 Almajmu' 522 juz 15 maktabah syamilah

وذهب أحمد بن حنبل وجماعة من العلماء وجماعة من أصحاب الشافعي إلى أنه يصل، والمختار أن يقول بعد القراءة: اللهم أوصل ثواب ما قرأته، والله أعلم اه وقال ابن النحوي في شرح المنهاج: لا يصل إلى الميت عندنا ثواب القراءة على المشهور.
والمختار الوصول إذا سأل الله أيصال ثواب قراءته، وينبغى الجزم به لانه دعاء، فإذا جاز الدعاء للميت بما ليس للداعى، فلان يجوز بما هو له أولى، ويبقى الامر فيه موقوفا على استجابة الدعاء، وهذا المعنى لا يخص بالقراء

Fokus

بل يجرى في سائر الاعمال، والظاهر أن الدعاء متفق عليه انه ينفع الميت والحى القريب والبعيد بوصية وغيرها.

وعلى ذلك أحاديث كثيرة، بل كان أفضل الدعاء ان يدعو لاخيه بظهر الغيب وقد حكى النووي في شرح مسلم الاجماع على وصول الدعاء إلى الميت، وكذا حكى أيضا الاجماع على أن الصدقة تقع عن الميت ويصل ثوابها ولم يقيد ذلك بالولد.
وحكى الاجماع على لحوق قضاء الدين، والحق أنه يخصص عموم الاية بالصدقة من الولد كما في أحاديث الفصل وبالحج من الولد كما في حديث الخثعمية ومن غير الولد أيضا كما في حديث المحرم عن أخيه شبرمة.

📖 حاشية الجمال جز ٤ ص ٦٧ مكتبة الشاملة

فرع) : ثواب القراءة للقارئ ويحصل مثله أيضا للميت لكن إن كانت بحضرته، أو بنيته أو يجعل ثوابها له بعد فراغها على المعتمد في ذلك وقول الداعي اجعل ثواب ذلك لفلان على معنى المثلية

📖 Hasyiah Al Jamal

قال الشافعي - رضي الله تعالى عنه -: وواسع فضله تعالى أن يثيب المتصدق أيضا

Fokus

ومن ثم قال الأصحاب: يسن له أن ينوي الصدقة عن أبويه مثلا فإنه تعالى يثيبهما ولا ينقص أجره،

وقول الزركشي: ما ذكره في الوقف يلزمه تقدير دخوله في ملكه وتمليكه الغير ولا نظير له رد بأن هذا يلزم في الصدقة أيضا، وإنما لم ينظر له؛ لأن جعله كالمتصدق محض فضل فلا يضر خروجه عن القواعد لو احتيج لذلك التقدير مع أنه غير محتاج إليه

Fokus.....

بل يصح نحو الوقف عن الميت وللفاعل ثواب البر وللميت ثواب الصدقة المترتبة عليه

ـ بغية المسترشدين ص ١٩٦

وفي فتاوى شيخنا سعيد سنبل : من عمل لنفسه ثم قال: اللهم اجعل ثوابه لفلان وصل له الثواب، سواء كان حياً أو ميتاً، أي وسواء كان بطريق التبعية أو الاستقلال.

📖 اعانة الطالبين

. ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻤﺤﺐ اﻟﻄﺒﺮﻱ: ﻳﺼﻞ ﻟﻠﻤﻴﺖ ﻛﻞ ﻋﺒﺎﺩﺓ ﺗﻔﻌﻞ، ﻭاﺟﺒﺔ ﺃﻭ ﻣﻨﺪﻭﺑﺔ. ﻭﻓﻲ ﺷﺮﺡ اﻟﻤﺨﺘﺎﺭ ﻟﻤﺆﻟﻔﻪ: ﻣﺬﻫﺐ ﺃﻫﻞ اﻟﺴﻨﺔ، ﺇﻥ ﻟﻹﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﺛﻮاﺏ ﻋﻤﻠﻪ ﻭﺻﻼﺗﻪ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﻭﻳﺼﻠﻪ.

https://diskusihukumfiqh212.blogspot.com

[ والله اعلم بالصواب ]

MEMAKAI CELAK SAAT PUASA

KESIMPULAN TEAM DHF HUKUM MEMAKAI CELAK MATA SAAT BERPUASA ----------------------------- 📝 PERTANYAAN: assalamu'alaikum ...