Label

Tampilkan postingan dengan label JAMA' QOSOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JAMA' QOSOR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

SEPUTAR QOSOR DAN JAMA

DOKUMENTASI TEAM DHF

SEPUTAR QOSOR DAN JAMA'
——————————————————————————

بسم الله الرحمن الرحيم

➡Dalam bepergian, ada beberapa keringanan (rukhsah) dalam beribadah yang diberikan oleh agama kita untuk meringankan dan memudahkan pelaksanaannya. Salah satu keringanan tersebut adalah pelaksanan ibadah sholat dengan cara qashar (dipendekkan) dan dengan cara jamak (menggabung dua sholat dalam satau waktu). Dengan demikian pelaksanaan sholat dalam perjalanan, atau disebut "sholatus safar", dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :

1. Itmam, atau sempurna yaitu dilakukan seperti biasanya saat dirumah.

2. Qashar, yaitu sholat yang semestinya empat rakaat diringkas atau dipendekkan menjadi dua roka'at.

3. Jama', yaitu mengumpulkan dua sholat, Dhuhur dengan Ashar atau Maghrib dengan Isya', dalam salah satu waktunya.
____________________________________________

➡Dalil qhosor

وإذا ضربتم في الأرض فليس عليكم جناح أن تقصروا من الصلاة إن خفتم أن يفتنكم الذين كفروا" (Annisa:101).

"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu."

📝Cara sholat qoshor:

👉Pelaksanaan sholat qashar sama seperti sholat biasa, hanya saja, sholat yang semestinya empat roka'at yaitu dhuhur, ashar, dan isya', di ringkas menjadi dua roka'at dengan niat qashar pada waktu takbirotul ihram.

👉Contoh lafadz niat qashar : Usholli fardlod-dhuhri rok'ataini qoshron lillahi ta'ala.

Artinya : saya niat sholat dhuhur dengan diqashar dua roka'at karena Allah.

📝Syarat sah sholat qosor:

👉Orang yang sedang bepergian (musafir), diperbolehkan melakukan sholat dengan qashar, apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1. Bukan bepergian maksiat, seperti bepergian dengan tujuan mencuri, dan lain-lain.

2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak kurang lebih 80,64 km. Muslim sahaat Anas bin Malik r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. ketika bepergian sejauh tiga mil atau tiga farsakh, beliau melakukan shalat dua rakaat.

Hadist lain meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:"Wahai penduduk Makkah, janganlah kalian melakkan qashar pada perjalanan kurang dari empat bard, yaitu dari Makkah ke Usfan". (H.r. Dar Quthni dari Ibnu Abbas. Hadist ini juga diriwayatkan sebagai statemen Ibu Abbas).

➡Para ulama pada zaman dahulu memperkirakan jarak tersebut dengan durasi perjalanan selama dua hari menggunakan kuda atau onta. Dan para ulama sekarang memperkirakan sejauh 80,64 km atau dibulatkan 80 km. perbedaan kurang atau lebih sedikit tidak masalah karena al-Qur'an tidak secara jelas memberikan batasan jarak dan hadist-hadist dan perhitungan jarak mil dan farsakh versi lama masih mengalami perbedaan. Imam Syafii sangat ketat memberlakukan hitungan tersebut, yakni harus melebih minimal 80,6 km tidak boleh kurang.

3. Mengetahui hukum diperbolehkannya qashar.

4. Sholat yang di qashar berupa sholat empat roka'at. Yakni Dhuhur, Ashar dan Isya'

5. Niat qashar pada saat takbirotul ihram.

6. Tidak bermakmum/berjama'ah kepada orang yang tidak sedang melakukan qashar sholat.

7. Tidak berniat mukim untuk jangka waktu lebih dari tiga hari tiga malam di satu tempat.

➡Para ulama berbeda pendapat mengenai berapa lama seorang musafir masih diperbolehkan melakukan qashar ketika transit di satu tempat.
➡Mayoritas ulama dan mazhab empat kecuali Hanafi mengatakan maksimum transit yang diperbolehkan melakukan qashar adalah tiga hari. Kalau seorang musafir menetap di satu tempat telah melebihi tiga hari maka ia tidak boleh lagi melakukan qashar dan harus menyempurnakan sholat. ➡Pendapat kedua diikuti imam Hanafi dan Sofyan al-Tsauri mengatakan maksimum waktu transit yang diperbolehkan jama' adalah 15 hari.
➡Pendapat ketiga diikuti sebagian ulama Hanbali dan Dawud mengatakan maksimum 4 hari.
____________________________________________

➡Pengertian sholat jama':

👉Jama' sholat (menggabung dua sholat)

👉Menjama' sholat adalah melakukan sholat Dhuhur dan Ashar dalam salah satu waktu kedua sholat tersebut secara berturut-turut, atau melaksanakan sholat Maghrib dan Isya' dalam salah satu waktu kedua sholat tersebut secara berturut-turut.
✅Maka sholat dengan cara jama' ada dua macam:

1. Jama' taqdim. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu dhuhur, atau sholat maghrib dan sholat isya' dalam waktu maghrib.
2. Jama' ta'khir. Yaitu mengumpulkan sholat dhuhur dan sholat ashar dalam waktu ashar, atau sholat maghrib dan sholat isya' dalam waktu isya'.

👉Cara jama' taqdim

👉Yang dimaksud dengan sholat jama' taqdim adalah, melakukan sholat ashar dalam waktunya sholat dhuhur, atau melakukan sholat isya' dalam waktunya sholat maghrib. Sholat shubuh tidak dapat dijama' dengan sholat isya'. Pelaksanaan sholat dengan jama' taqdim antara sholat dhuhur dengan ashar, dilakukan dengan cara, setelah masuk waktu dhuhur, terlebih dahulu melakukan sholat dhuhur, dan ketika takbirotul ihram, berniat menjama' sholat dhuhur dengan ashar.

👉Niat jama' taqdim, dapat juga dilakukan di tengah-tengah sholat dhuhur sebelum salam, dengan cara berniat didalam hati tanpa diucapkan, menjama' taqdim antara ashar dengan dhuhur.

📌Kemudian setelah salam dari sholat dhuhur, cepat-cepat melakukan sholat ashar. Demikian juga cara sholat jama' taqdim antara sholat maghrib dengan sholat isya', sama dengan cara jama' taqdim antara sholat dhuhur dengan ashar, dan lafadz dhuhur diganti dengan maghrib, lafadz ashar diganti dengan isya'.

❗Jika sholat jama' taqdim dilakukan dengan qashar, maka sholat yang empat raka'at, yaitu dhuhur, ashar, dan isya', diringkas menjadi dua rokaat.

📝Syarat-Syarat Jama' Taqdim

👉Orang yang sedang bepergian, diperbolehkan melakukan sholat jama' taqdim, dengan syarat sebagai berikut :

1. Bukan berpergian maksiat.

2. Jarak yang akan ditempuh, sedikitnya berjarak 80,64 km. (mazhab Syafii)

3. Berniat jama' taqdim dalam sholat yang pertama ( Dhuhur / Maghrib).

4. Tartib, yakni mendahulukan sholat dhuhur sebelum sholat ashar dan mendahulukan sholat maghrib sebelum sholat isya'.

5. Wila, yakni setelah salam dari sholat pertama, segera cepat-cepat melakukan sholat kedua, tenggang waktu anatara sholat pertama dengan sholat kedua, selambat-lambatnya, kira-kira tidak cukup untuk mengerjakan dua roka'at singkat.

👉Cara jama' takhir

👉Yang dimaksud dengan jama' ta'khir adalah, melakukan sholat dhuhur dalam waktunya sholat ashar, atau melakukan sholat maghrib dalam waktunya sholat, isya'. Sholat shubuh tidak dapat dijama' dengan sholat dhuhur.

👉Pelaksanaan sholat jama' ta'khir antara sholat dhuhur dan ashar, dilakukan dengan cara, apabila telah masuk waktu dhuhur, maka dalam hati niat mengakhirkan sholat dhuhur untuk dijama' dengan sholat ashar dalam waktu sholat ashar. Kemudian setelah masuk waktu ashar, melakukan sholat dhuhur dan sholat ashar (atau kalau dapat berjamaah, kerjakan ashar dulu kemudian dilanjutkan shalat zuhur) seperti biasa tanpa harus mengulangi niat jama' ta'khir.

❗Demikian juga cara melakukan jama' ta'khir sholat magrib dengan sholat isya'. Ketika masuk waktu maghrib berniat dalam hati mengakhirkan sholat maghrib untuk di jama' pada waktu sholat isya'.

📝Syarat Syarat jama' takhir

👉Orang yang sedang bepergian, diperbolehkan melakukan jama' ta'khir apabila memenuhi syarat sebagai berikut :

1. Bukan bepergian maksiat.

2. Jarak yang ditempuh, sedikitnya berjarak 80,64 km. (mazhab Syafii)

3. Berniat jama' ta'khir didalam waktu dhuhur atau waktu maghrib.
Kondisi di bolehkannya sholat jama'  diatas adalah mengacu kepada pendapat mazhab Syafii.

⚠Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang diperbolehkan melakukan sholat dengan jama' dari berbagai mazhab:

1. Perjalanan panjang lebih dari 80,64km (Syafii dan Hambali).

2. Perjalanan mutlak meskipun kurang 80km (Maliki).

3. Hujan lebat sehingga menyulitkan melakukan sholat berjamaah khusus untuk sholat maghrib dan isya' (Maliki, Hambali). Termasuk kategori ini adalah jalan yang becek, banjir dan salju yang lebat. Mazhab Syafii untuk kondisi seperti ini hanya memperbolehkan jama' taqdim. Dalil dari pendapat ini adalah hadist Ibnu Abbas bahwa Rasulullah s.a.w. sholat bersama kita di Madina dhuhur dan ashar digabung dan maghrib dan isya' digabung, bukan karena takut dan bepergian" (h.r. Bukhari Muslim).

4. Sakit (menurut Maliki hanya boleh jama' simbolis, yaitu melakukan solat awal di akhir waktunya dan melakukan sholar kedua di awal waktunya. Menurut Hambali sakit diperbolehkan menjama' sholat).

5. Saat haji yaitu di Arafah dan Muzdalifah.

6. Menyusui, karena sulit menjaga suci, bagi ibu-ibu yang anaknya masih kecil dan tidak memakai pampers (Hambali).

7. Saat kesulitan mendapatkan air bersih (Hambali).

8. Saat kesulitan mengetahu waktu sholat (Hambali).

9. Saat perempuan mengalami istihadlah, yaitu darah yang keluar di luar siklus haid. (Hambali). Pendapat ini didukung hadist Hamnah ketika meminta fatwa kepada Rasulullah s.a.w. saat menderita istihadlah, Rasulullah s.a.w. bersabda:"Kalau kamu mampu mengakhirkan dhuhur dan menyegerakan ashar, lalu kamu mandi dan melakukan jama' kedua sholat tersebut maka lakukanlah itu" (h.r. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

10. Karena kebutuhan yang sangat mendesak, seperti khawatir keselamatan diri sendiri atau hartanya atau darurat mencari nafkah dan seperti para pekerja yang tidak bisa ditinggal kerjaannya. (Hambali).

Para pekerja di kota-kota besar yang pulang dengan tansportasi umum setelah sholat ashar sering menghadapi kondisi sulit untuk melaksanakan sholat maghrib secara tepat waktu karena kendaraan belum sampai di tujuan kecuali setelah masuk waktu isya', sementara untuk turun dan melakukan sholat maghrib juga tidak mudah. Pada kondisi ini dapat mengikuti mazhab Hambali yang relatif fleksibel memperbolehkan pelaksanaan sholat jama'. Menurut mazhab Hambali asas diperbolehkannya qashar sholat adalah karena bepergian jauh, sedangkan asas diperbolehkannya jama' adalah karena hajah atau kebutuhan. Maka ketentuan jama' lebih fleksibel dibandingkan dengan ketentuan qashar.
___________________________________________

Niat-Niatnya

👉Niat shalat Dzuhur jamak taqdim dengan ashar
Maksudnya : Kedua sholat ini di laksanakan pada waktu zhuhur

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushollii fardlozh zhuhri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al ashri adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya : "Aku sengaja shalat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat ashar jamak takhir dengan Dzuhur
Maksudnya yaitu : Kedua sholat ini dilaksanakan saat saat memasuki shalat zhuhur

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushollii fardlol 'ashri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'azh zhuhri adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Ashar empat rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat Dzuhur jamak takhir dengan ashar
Maksydnya yaitu: Kedua shalat ini dilakasanakan saat memasuki shalat ashar

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushollii fardlozh zhuhri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al ashri adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya :"Aku sengaja shalat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat ashar jamak takhir dengan Dzuhur
Maksudnya : Kedua shalat ini dilaksanakan pada saat memasuki ashar

أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

Ushollii fardlol 'ashri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'azh zhuhri adaa-an lillaahi ta'aalaa.
"Aku sengaja shalat fardu Ashar empat rakaat yang dijama’ dengan dhuhur, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat maghrib jama taqdim dengan isya
Maksudnya yaitu : Kedua shalat ini dikerjakan pada saat maghrib

أُصَلِّي فَرْضَ المغرب ثلاث رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العشاء جمع تقديم اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushalii fardlol maghribi tsalaatsa raka'aatin majmuu'an ma'al 'isyaa-i jam'a taqdiimin adaa-an lillaahi ta'aalaa.
"Artinya : "Aku sengaja shalat fardu maghrib tiga rakaat yang dijama’ dengan isya, dengan jama taqdim, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat isya jama taqdim dengan maghrib
Maksudnya : Kedua shalat ini dikerjakan pada saat maghrib

أُصَلِّي فَرْضَ العشاء أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع المغرب جمع تقديم اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushalii fardlol 'isyaa-i arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al maghribi jam'a taqdiimin adaa-an lillaahi ta'aalaa.
"Maksudnya yaitu : "Aku sengaja shalat fardu isya empat rakaat yang dijama’ dengan maghrib, dengan jama taqdim, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat maghrib jama takhir dengan isya
Maksudnya : Kedua shalat ini dikerjakan pada waktu isya

أُصَلِّي فَرْضَ المغرب ثلاث رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع العشاء جمع تاخير اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushalii fardlol maghribi tsalaatsa raka'aatin majmuu'an ma'al 'isyaa-i jam'a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta'aalaa."
Artinya : "Aku sengaja shalat fardu maghrib tiga rakaat yang dijama’ dengan isya, dengan jama takhir, fardu karena Allah Ta'aala”

👉Niat shalat isya jama takhir dengan maghrib
Maksudnya : Kedua sholat ini dikerjkan pada waktu isya

أُصَلِّي فَرْضَ العشاء أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع المغرب جمع تاخير اَدَاءً للهِ تَعَالى

"Ushalii fardlol 'isyaa-i arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al maghribi jam'a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta'aalaa.
"Maksudnya : "Aku sengaja shalat fardu isya empat rakaat yang dijama’ dengan maghrib, dengan jama takhir, fardu karena Allah Ta'aala”

⚠Bagi anda yang sedang berada di perjalanan, maka niat shalat jamak di atas bisa di pelajari dan di gunakan, itupun jika ada di antara anda yang belum hafal. Mudah-mudahan pembahasan niat shalat jamak qashar taqdim dan takhir maghrib isya dhuhur ashar ini banyak memberikan manfaat untuk kita semua.

والله أعلم بالصواب
http://diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Kamis, 23 November 2017

HUKUM SHOLAT JAMAK DAN QOSOR BESERTA CONTOHNYA

KESIMPULAN TEAM DHF

HUKUM SHOLAT JAMAK DAN QOSOR BESERTA CONTOH NYA
-------------------------------

Pertanyaan:

Assalamualaikm... DewAn asatidz DhF.. Mohon petunjuk tentang solat jamak.dan Qosor.. Syukroon

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

A. Pengertian
- Sholat qoshor adalah meringkas shalat dari 4 (empat) raka’at menjadi 2 (dua) raka’at.
- Sholat jama’ adalah mengerjakan 2 (dua) sholat fardlu dalam satu waktu. Jika dikerjakan pada waktu yang pertama disebut jama’ Taqdim dan jika dikerjakan pada watu sholat yang kedua disebut jama’ ta’khir.

B. Syarat sholat qashar ada 7 (Tujuh) :
1. Bepergian yang bukan karena tujuan maksiat.
2. Jarak perjalanan mencapai 16 (enam belas) farsakh (ada ulama’ yang mengatakan 88 Km, 80 Km, 64 Km, 94,5 Km, dan lain-lain).
3. Sholat yang dilakukan adalah sholat ada’ (sholat yang dilakukan pada waktunya) ataupun sholat qodlo’ (sholat yang dilakukan di luar waktunya) yang terjadi dalam perjalanan, bukan sholat yang ditingalkan di rumah.
4. Niat qoshor (meringkas sholat) dilakukan ketika takbirotul ikhrom
5. Tidak bermakmum kepada orang yang sholat sempurna (4 roka’at).
6. Dilakukan masih dalam perjalanan.
7. Bepergian dengan tujuan yang jelas.

C. Syarat jama’ taqdim ada 5 (Lima) :
1. Mendahulukan sholat yang pertama (dhuhur atau maghrib).
2. Berniat jama’ taqdim pada sholat yang pertama (dhuhur atau maghrib).
3. Muwalah/ terus menerus (antara sholat yang pertama dan kedua tidak terpisah oleh waktu yang lama kadar 2 (dua) roka’at).
4. Dilakukan ketika masih dalam perjalanan.
5. Kedua sholat yakin dilakukan pada waktu sholat yang pertama.

D. Syarat jama’ ta’khir :
Berniat jama’ ta’khir ketika masuknya waktu sholat yang pertama (Dhuhur dan Maghrib).

KETERANGAN:

1. Diperbolehkan untuk menggabungkan antara jama’ dan qoshor sholat.

2. Tidak disyaratkan tartib dan niat pada waktu sholat yang awal.

3. Seseorang boleh menjamak-qashar shalatnya setelah melewati batas desanya.

4. Jika seseorang mengadakan perjalanan, lalu dalam perjalanannnya ia melewati daerahnya lagi, maka ia tidak boleh menjamak-qashar, sampai ia keluar lagi dari batas desanya.

TUJUAN PERJALANAN :
Jika seseorang mengadakan perjalanan semata-mata bertujuan tamasya / rekreasi, maka ia tidak boleh menjamak-qashar.

STATUS MUSAFIR :
Seseorang dihukumi lepas dari status musafir (sehingga tidak boleh jamak-qashar) dengan salah satu dari 3 sebab:
1). Sampai kembali ke batas desanya.
2). Tiba di tempat tujuan yang berniat tinggal di situ selama 4 hari 4 malam atau lebih selain hari datang-pulang.
3). Berniat mukim/menetap di satu tempat secara mutlak (tanpa di batasi waktu).

♦Contoh dzuhr ashar diJamak takdim

Yakni dikerjakan pada waktu shalat yang pertama(waktu dzuhur)
Begitupun maghrib dan isya yang dilakukan saat waktu maghrib tiba.

Urutannya, kerjakan shalat yang pertama kemudian shalat kedua tanpa diselingi kegiatan apapun.

Maksudnya, setelah salam pada shalat dzuhur mk langsung berdiri mengerjakan shalat ashar.
Keduannya dikerjakan 4 rakaat tanpa dikurangi,

berikut niatnya:

Niat shalat jamak takdim dzuhur

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع  رَكعَاتٍ  مَجْمُوْعًا مع العَصْرِ اَدَاءً للهِ تَعَالى

“Aku sengaja shalat fardu dzuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala”

Untuk shalat ashar nya, tidak perlu menggunakan niat shalat jamak lagi, melainkan membaca niat shalat ashar seperti biasa.

Kitab taqrib
SHALAT BAGI MUSAFIR: JAMAK DAN QASHAR

(فصل) ويجوز للمسافر قصر الصلاة الرباعية بخمس شرائط: أن يكون سفره في غير معصية. وأن تكون مسافته ستة عشر فرسخا. وأن يكون مؤديا للصلاة الرباعية. وأن ينوي القصر مع الإحرام. وأن لا يأتم بمقيم.

ويجوز للمسافر أن يجمع بين الظهر والعصر في وقت أيهما شاء وبين المغرب والعشاء في وقت أيهما شاء، ويجوز للحاضر في المطر أن يجمع بينهما في وقت الأولى منهما.

SYARAT SHALAT QASHAR

Boleh bagi musafir untuk mengqashar shalat yang empat raka'at menjadi 2 (dua) raka'at dengan 5 (lima) syarat: (a) Bukan perjalanan maksiat. (b) Jarak yang ditempuh mencapai 16 farsakh[1]. (c) Shalat empat raka'at. (d) Niat qashar saat takbiratul ihram (takbir pertama).
(e) Tidak bermakmum pada orang mukim.

SHALAT JAMAK

Musafir boleh menjamak (mengumpulkan) shalat antara shalat dzuhur dan ashar dalam satu waktu yang mana saja dan antara shalat maghrib dan isya' di waktu mana saja yang disuka.[2]

Orang yang bukan musafir juga boleh menjamak shalat dalam keadaan hujan dengan syarat melakukannya di waktu yang pertama.

----------------------
[1] 16 farsakh kira-kira antara 81 sampai 83 km.
[2] Menjamak shalat adalah mengumpulkan dua shalat fardhu dalam 1 (satu) waktu. Seperti, shalat dhuhur dan ashar dan maghrib dan isya'. Melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu dzuhur atau maghrib disebut jamak taqdim. Sedang melakukan shalat dzuhur dan maghrib isya' di waktu ashar atau isya' disebut jamak ta'khir.

📖 REFERENSI:

Kitab Al lubab 1 hal 117-120 maktabah syamilah

باب صلاة السفر
اعلم أن٧ صلاة السفر/٨ مثل صلاة الحضر، إلا أنه بالخيار٩ إن شاء أتم، وإن شاء اقتصر١٠ في الظهر، والعصر، والعشاء الأخيرة على ركعتين.
ولا يجوز القصر إلا بثمانية شرائط

أحدها: أن يكون سفره ستة عشر فرسخا١ فأكثر٢.
الثاني: أن لا يكون٣ عاصيا بسفره٤.
الثالث: أن يكون وقت الصلاة باقيا على أحد القولين٥، إلا في الجمع بين الصلاتين٦.
الرابع: أن ينوي القصر في أول صلاته٧.
الخامس: أن لا ينوي الإتمام في خلال صلاته٨.
السادس: أن لا يقتدي بمن لا يعرف هل نوى القصر أم لا٩؟.
السابع: أن لا يقتدي بمقيم١٠.
الثامن١١: أن لا ينوي المقام

أربعا١.
باب الجمع بين الصلاتين
اعلم٢ أن الجمع بين الصلاتين يقع في ثلاثة٣ مواضع:
أحدها٤: في السفر إن شاء قدم العصر/٥ إلى٦ الظهر، والعشاء٧ الآخرة إلى المغرب، وإن شاء أخر الظهر إلى العصر، والمغرب٨ إلى العشاء٩.
الثاني: الجمع في الحج؛ يقدم العصر إلى١٠ الظهر بعرفة، ويؤخر المغرب إلى العشاء بمزدلفة١١.
الثالث: الجمع في المطر؛ يقدم العصر إلى١ الظهر، والعشاء الآخرة إلى المغرب٢، ولا يجوز التأخير٣.
وإنما يجوز الجمع بين الصلاتين٤ بشرطين٥:
أحدهما: أن ينوي الجمع عند تحريمة الصلاة الأولى في أحد القولين٦، وقبل التسليمة٧ الأولى في القول٨ الثاني٩.
والشرط الثاني: أن يبقى العذر المبيح للجمع إلى آخر الصلاة١٠.

Mukhtashor Al Muzammil 8 hal 117 maktabah syamilah

[باب صلاة المسافر والجمع في السفر]
(قال الشافعي) : وإذا سافر الرجل سفرا يكون ستة وأربعين ميلا بالهاشمي فله أن يقصر الصلاة سافر رسول الله - صلى الله عليه وسلم - أميالا فقصر وقال ابن عباس أقصر إلى جدة وإلى الطائف وعسفان (قال الشافعي) : وأقرب ذلك إلى مكة ستة وأربعون ميلا بالهاشمي وسافر ابن عمر إلى رئم فقصر قال مالك وذلك نحو من أربعة برد.

(قال) : وأكره ترك القصر رغبة عن السنة فأما أنا فلا أحب أن أقصر في أقل من ثلاثة أيام احتياطا على نفسي وإن ترك القصر مباح لي، قصر رسول الله - صلى الله عليه وسلم - وأتم.

(قال) : ولا يقصر إلا في الظهر والعصر والعشاء الآخرة فأما المغرب والصبح فلا يقصران وله أن يفطر في أيام رمضان في سفره ويقضي، فإن صام فيه أجزأه وقد صام النبي - صلى الله عليه وسلم - في رمضان في سفر وإذا نوى السفر فلا  يقصر حتى يفارق المنازل إن كان حضريا ويفارق موضعه إن كان بدويا، فإن نوى السفر فأقام أربعة أيام أتم الصلاة وصام واحتج فيمن أقام أربعة  يتم بأن النبي - صلى الله عليه وسلم - قال يقيم المهاجر بمكة بعد قضاء نسكه ثلاثا «وبأن النبي - صلى الله عليه وسلم - أقام بمنى ثلاثا يقصر وقدم مكة فأقام قبل خروجه إلى عرفة ثلاثا يقصر» ولم يحسب اليوم الذي قدم فيه لأنه كان فيه سائرا ولا يوم التروية الذي خرج فيه سائرا وأن عمر أجلى أهل الذمة من الحجاز وضرب لمن يقدم منهم تاجرا مقام ثلاثة أيام فأشبه ما وصفت أن يكون ذلك مقام السفر وما جاوزه مقام الإقامة  وروي عن عثمان بن عفان من أقام أربعا أتم وعن ابن المسيب من أجمع إقامة أربع أتم (قال الشافعي) : فإذا جاوز أربعا لحاجة أو مرض وهو عازم على الخروج أتم وإن قصر أعاد إلا أن يكون في خوف، أو حرب فيقصر، قصر النبي - صلى الله عليه وسلم - عام الفتح لحرب هوازن سبع عشرة أو ثمان عشرة (وقال في الإملاء) إن أقام على شيء ينجح اليوم واليومين أنه لا يزال يقصر ما لم يجمع مكثا أقام رسول الله - صلى الله عليه وسلم - بمكة عام الفتح سبع عشرة، أو ثمان عشرة يقصر حتى خرج إلى حنين (قال المزني) : ومشهور عن ابن عمر أنه أقام بأذربيجان ستة أشهر يقصر يقول أخرج اليوم وأخرج غدا.
(قال المزني) : فإذا قصر النبي - صلى الله عليه وسلم - في حربه سبع عشرة، أو ثمان عشرة، ثم ابن عمر ولا عزم على وقت إقامة فالحرب وغيرها سواء عندي في القياس وقد قال الشافعي لو قاله قائل كان مذهبا (قال الشافعي) : فإن خرج في آخر وقت الصلاة قصر وإن كان بعد الوقت لم  يقصر (قال المزني) : أشبه بقوله أن يتم؛ لأنه يقول: إن أمكنت المرأة الصلاة فلم تصل حتى  حاضت، أو أغمي عليها لزمتها، وإن لم تمكن لم تلزمها فكذلك إذا دخل عليه وقتها وهو مقيم لزمته صلاة مقيم وإنما تجب عنده بأول الوقت والإمكان وإنما وسع له التأخير إلى آخر الوقت.

(قال الشافعي) : وليس له أن يصلي ركعتين فيالسفر إلا أن ينوي القصر مع الإحرام، فإن أحرم  ولم ينو القصر كان على أصل فرضه أربعا، ولو كان فرضها ركعتين ما صلى مسافر خلف مقيم (قال المزني) : ليس هذا بحجة وكيف يكون حجة وهو يجيز صلاة فريضة خلف نافلة وليست النافلة فريضة ولا بعض فريضة وركعتا المسافر فرض، وفي الأربع مثل الركعتين فرض.

(قال الشافعي - رحمه الله تعالى -) : وإن نسي صلاة في سفر فذكرها في حضر فعليه أن يصليها صلاة حضر؛ لأن علة القصر هي النية والسفر فإذا  ذهبت العلة ذهب القصر وإذا نسي صلاة حضر فذكرها في سفر فعليه أن يصليها أربعا؛ لأن أصل الفرض أربع فلا يجزئه أقل منها وإنما أرخص له في القصر ما دام وقت الصلاة قائما وهو مسافر فإذا زال وقتها ذهبت الرخصة.

https://diskusihukumfiqh212.blogspot.com

[ والله اعلم بالصواب ]

MEMAKAI CELAK SAAT PUASA

KESIMPULAN TEAM DHF HUKUM MEMAKAI CELAK MATA SAAT BERPUASA ----------------------------- 📝 PERTANYAAN: assalamu'alaikum ...