Label

Senin, 23 Oktober 2017

HUKUM MEMAKAN MAKANAM DARI NON MUSLIM

KESIMPULAN TEAM MUSYAWWIRIN DHF
*HUKUM MEMAKAN MAKANAN DARI NON MUSLIM*
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

◇PERTANYAAN:

Assalamualaikum para ustadz,.....
Bagai mna mkan, mkanan yg di sajikan orang non muslim, sedangkan mereka tidak tahu najisss!....
Tapi kita mesarasa tidak enak bila kita tx mkan mkan yg mereka sajikan!...
Contoh anak nya orang non muslim sedang ulang tahun, lalu mereka siapkan mkanan seperti nasi kuning! Mereka adlah tetangga kita, jadi mereka mengundang kita untuk juga ikut mkan2......

#monggo_USTADZ

◇Jawaban team DHF:
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Memakan makanan pemberian non muslim itu boleh

Selama makanan tersebut bukan aslinya najis speti babi,atau hewan yg tdk di sembelih secra hukuk syara'

Begitu pula soal bejana/wadah2 prabot dapur yg di gunakan olh orang non muslim yg pada umum nya ia tdk pandai menyucikan najis/ atau adanya ke cendrungan di gunakan utk memasak makanan yg najis sprti babi

Maka praduga2 tersebut tdk merusak hukum suci dan halal nya suatu makanan yg asal nya memng suci dan halal.

Selama tdk jelas dan nyata bahwa makanan tersebut adlah makanan najis/haram atau bercampur dgn benda najis.

Apabila jelas dan nyata maka bru di hukumi najis dan haram mengkonsumsinya.

Karan dlm konteks hukum najis /suci dan halal/haram dlm tatanan syariat yg di hukumi adalh dzohiriyah nya.

Sehingga sseuwatu yg apda asal nya suci /halak maka ttp di hukumi suci/halak selama tdk jelas bercampur dgn yg najis.

Sebagaimana fatwa ulama dgn mengambil dalil hadist Rasiulallah:
نحن نحكم بالظاهر.

_________________________________
REFRENSI:

النجم الوهاج 2 ص 209 مكتلة الشاملة
Imam Ibnu sholah menjelaskan
Sesuatu yg masyhur di kalngan masyarakt di katakan bhw hal tersebut bahan yg di campuri miNyak babi maka tdk di hukum najis selama tdk nyata dan jelas bahwa ia benar bercampur najis.

Krn yg di hukumi adlag dzohirnya jika benda asal nya scr dzohir adalh suci maka suci pula lah seblm ia nyata bercampur dgn najis.

Dapat di fahami:
Bahwa

Begitu pula makanan yg di berikan oelh org non muslim yg pd umum nya ia tdk tau najis maka slma yg di berikan adalh benda halal maka halal pula di makan olh org  muslim selama tdk nyata bhw ia bercampur dgn najis.
Dab bukan hasil sembelihan nya sendiri (tdk di sembelih secara syara')

وسئل ابن الصلاح عن الجوخ الذي اشتهر على ألسنة الناس أن فيه شحم خنزير فقال: لا نحكم بنجاسته إلا بتحقق النجاسة.

●Ibaroh senada tuhfatul muhtaj juz 1 hal 112 maktabah syamilah

فَائِدَةٌ)
لَوْ وُجِدَ قِطْعَةٌ مَعَ حِدَأَةٍ مَثَلًا هَلْ يُحْكَمُ بِنَجَاسَتِهَا عَمَلًا بِالْأَصْلِ وَهُوَ عَدَمُ تَذْكِيَةِ الْحَيَوَانِ أَمْ لَا فِيهِ نَظَرٌ، وَالْأَقْرَبُ الْأَوَّلُ ع ش بِحَذْفِ أَقُولُ وَقَوْلُهُمَا وَالْجُوخُ وَقَدْ اُشْتُهِرَ اسْتِعْمَالُهُ بِشَحْمِ الْخِنْزِيرِ هَلْ يُلْحَقُ بِهِ السُّكَّرُ الْإِفْرِنْجِيُّ، وَقَدْ اشْتَهَرَ أَنَّ عَمَلَهُ وَتَصْفِيَتَهُ بِدَمِ الْخِنْزِيرِ أَمْ لَا فِيهِ نَظَرٌ، وَالظَّاهِرُ الْأَوَّلُ إذْ لَا يَظْهَرُ بَيْنَهُمَا فَرْقٌ، وَالْأَصْلُ فِيهِ الطَّهَارَةُ فَلْيُرَاجَعْ، ثُمَّ رَأَيْت فِي الْمُغْنِي مَا هُوَ كَالصَّرِيحِ فِي الطَّهَارَةِ.

●المیتۃ/تفسیرالقرطبی,2,221

ibnu umar berkata tdk mengapa memakan makanan dari non muslim sperti penyembah patung (kristent/buda/hindu dll)
Dan makanan org majusi (penyembah api) dan makanan ahli kitab selama makanan tersebut bukan hasil sembelihan nya sendiri (tdk di sembelih secara syara')

وقال أبو عمر ولابأس بأکل طعام عبدۃ الأوثان والمجوس وسائرمن لاکتاب لہ من الکفار مالم یکن من ذبائحہم ولم یحتج الی ذکاۃ الاالجبن لمافیہ من أنفحۃ

●إعانة الطالبين ١/١٠٤-١٠٥
selagi tidak ada kejelasan / nyata bahwa makanan tersebut adalah makanan haram atau najis maka boleh memakannya.

.قاعدة وهي أن ما أصله الطهارة وغلب على الظن تنجسه لغلبة النجاسة في مثله فيه قولان معروفان بقولي الأصل والظاهر أو الغالب أرجحهما أنه طاهر___وذلك كثياب خمار وحائض وصبيان وأواني متدينين بالنجاسة أى أواني مشركين متدينين باستعمال النجاسة كطائفة من المجوس يغتسلون بأبوال البقر تقربا___وجوخ اشتهر عمله بشحم الخنزير وجبن شامي اشتهر عمله بانفحة الخنزير، (قوله وجوخ الخ) في المغني سئل ابن الصلاح عن الجوخ الذي اشتهر على ألسنة الناس أن فيه شحم الخنزير فقال لايحكم بنجاسته الا بتحقق النجاسة.
_________________________________

●ibaroh pendukung

- kitab aunul ma'bud syarah sunan abu dawud

إنا نجاور أهل الكتاب ، وهم يطبخون في قدورهم الخنزير ، ويشربون في آنيتهم الخمر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إن وجدتم غيرها فكلوا فيها واشربوا ، وإن لم تجدوا غيرها فارحضوها بالماء ، وكلوا واشربوا

Abu tsa'labah berkata :" sesungguhnya kami bertetanga dengann ahlul kitab dan mereka memasak daging babi pada bejana mereka dan merekapun minum arak dengan gelas-gelas mereka, kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : "jika engkau menemukan bejana yang lainnya maka makan dan minumlah dengannya tetapi jika tidak menemukan bejana yang lainnya maka cucilah dengan air kemudian makan dan minumlah". HR abu dawud.

( فارحضوها ) أي : اغسلوها قال الخطابي : الرحض الغسل والأصل في هذا أنه إذا كان معلوما من حال المشركين أنهم يطبخون في قدورهم الخنزير ويشربون في آنيتهم الخمر فإنه لا يجوز استعمالها إلا بعد الغسل والتنظيف فأما ثيابهم ومياههم فإنها على الطهارة كمياه المسلمين وثيابهم إلا أن يكونوا من قوم لا يتحاشون النجاسات أو كان من عاداتهم استعمال الأبوال في طهورهم فإن استعمال ثيابهم غير جائز إلا أن يعلم أنها لم يصبها شيء من النجاسات انتهى كلام الخطابي .

Farchidhuha maksudnya adalah cucilah bejananya.al khitobi berkata : " ar rochdhu adalah mencuci, asalnya dalam masalah ini adalah jika sudah diketahui bahwa keadaan musyrikin tersebut biasanya memasak babi dalam bejana mereka dan meminum arak dalam wadah-wadah mreka maka tidak boleh menggunakan bejana tersebut kecuali setelah mencuci dan membersihkannya.

Adapun baju-baju dan air-air mereka maka suci sebagaimana air-airnya muslimin dan juga bajunya, kecuali jk mereka adalah kaum yang tidak menjauhkan diri dari najis atau kebiasaan mereka adalah menggunakan air kencing dalam pencucian pakaiannya maka menggunakan pakaian mereka tidak boleh kecuali jika telah diketahui bahwa baju tersebut tidak terkena sesuatu dari najis."
selesai perkataan al khitobi.

Menggunakan bejana musyrikin. Hukumya makruh menggunakan bejana ataupun gelasnya non muslim walaupun sudah dicuci dengann air dan tidak ada bejana atau gelas yang lainnya.

- kitab syarah nawawi alal muslim

قوله في حديث أبي ثعلبة : ( إنا بأرض قوم من أهل الكتاب نأكل في آنيتهم ؟ فقال النبي صلى الله عليه وسلم : " فإن وجدتم غير آنيتهم فلا تأكلوا فيها ، وإن لم تجدوا فاغسلوها ، ثم كلوا ) هكذا روى هذا الحديث البخاري ومسلم ، وفي رواية أبي داود قال : إنا نجاور أهل الكتاب ، وهم يطبخون في قدورهم الخنزير ، ويشربون في آنيتهم الخمر ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إن وجدتم غيرها فكلوا فيها واشربوا ، وإن لم تجدوا غيرها فارحضوها بالماء ، وكلوا واشربوا" قد يقال : هذا الحديث مخالف لما يقول الفقهاء ، فإنهم يقولون : إنه يجوز استعمال أواني المشركين إذا غسلت ، ولا كراهة فيها بعد الغسل ، سواء وجد غيرها أم لا ، وهذا الحديث يقتضي كراهة استعمالها إن وجد غيرها ، ولا يكفي غسلها في نفي الكراهة ، وإنما يغسلها ويستعملها إذا لم يجد غيرها .والجواب أن المراد النهي عن الأكل في آنيتهم التي كانوا يطبخون فيها لحم الخنزير ، ويشربون الخمر كما صرح به في رواية أبي داود ؛ وإنما نهى عن الأكل فيها بعد الغسل للاستقذار ، وكونها معتادة للنجاسة ، كما يكره الأكل في المحجمة المغسولة ، وأما الفقهاء فمرادهم مطلق آنية الكفار التي ليست مستعملة في النجاسات ، فهذه يكره استعمالها قبل غسلها ، فإذا غسلت فلا كراهة فيها ؛ لأنها طاهرة وليس فيها استقذار ، ولم يريدوا نفي الكراهة عن آنيتهم المستعملة في الخنزير وغيره من النجاسات .

Sabda rasul dalam hadisnya abu tsa'labah " sesungguhnya kami berada di negeri kaum ahli kitab, maka bolehkah kami makan dengan bejana mereka (yakni dengan memakan piring-piring mereka) beliau menjawab, jika kamu mendapatkan yang selainnya maka janganlah kamu makan dengan bejana mereka dan jk kamu tidak mendapatkan (yang lain kecuali bejana mereka) maka cucilah lalu makanlah dengan bejana tersebut."
seperti itulah imam al bukhori dan muslim meriwayatkan hadis ini.
Dan dalam riwayat abu dawud abu tsa'labah berkata : " sesungguhnya kami bertetanga dengann ahlul kitab dan mereka memasak daging babi pada bejana mereka dan merekapun minum arak dengan gelas-gelas mereka, kemudian Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : "jika engkau menemukan bejana yang lainnya maka makan dan minumlah dengannya tetapi jika tidak menemukan bejana yang lainnya maka cucilah dengan air kemudian makan dan minumlah."

Dikatakan bahwa hadis ini bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh ulama' fikih , mereka berkata bahwa boleh menggunakan bejana-bejananya musyrikin ketika telah di cuci dan tidak ada kemakruhan di dalamnya setelah bejana dicuci, sama saja ketika terdapat bejana yang lainya maupun tidak. Dan hadis ini menunjukkan bahwa makruh hukumnya menggunakan bejana musyrikin yang sdh dicuci jika ada bejana yang lainnya, dan pencucuian tersebut tidak bisa menghilngkan hukum kemakruhannya, pencucian dan penggunaan tersebut hanyalah jika tidak ditemukan bejana yang lainnya.
Jawaban pertentangan tersebut adalah, yang dimaksud pencegahan dari makan menggunakan bejana mereka yang telah mereka gunakan untuk memasak daging babi dan mereka gunakan untuk minum arak sebagaimana riwayat abu dawud , alasan pencegahan setelah dicuci adalah lil istiqdzar / merasa jijik, dan sebab bejana tersebut adalah terbiasa untuk barang najis sebagaimana makruhnya makan menggnakan bejana tempat bekam yang telah dicuci.

Adapun ulama' fikih , maka maksud mereka adalah mutlak semua bejananya kuffar yang tidak digunakan untuk barang-barang najis, maka bejana ini (yang tidak digunakan untuk barang-barang najis) makruh digunakan sebelum dicuci dan ketika telah dicuci maka tidak makruh lagi karena sudah suci dan tidak menjijikkan, dan maksud ahli fikih adalah bukan menafikan kemakruhan bejana orang-orang kafir yang digunakan untuk memasak daging babi atapun selainya dari perkara-perkara yang najis.

https://diskusihukumfiqh212.blogspot.com

Wallohu a'lam bis showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MEMAKAI CELAK SAAT PUASA

KESIMPULAN TEAM DHF HUKUM MEMAKAI CELAK MATA SAAT BERPUASA ----------------------------- 📝 PERTANYAAN: assalamu'alaikum Bagaimana ...